Tuesday, April 9, 2013

"LEMBUTNYA SEORANG WANITA"

Bismillahirrahmaanirrahiim ,,,

Sekasar-kasarnya seorang wanita sudah pasti masih tersimpan kelembutan di baliknya. Wanita dilembutkan hatinya untuk memberikan rasa ketentraman.
Kelembutan seorang wanita adalah fitrah dari Allah Subhanahu WaTa'ala . Agar dia mampu memberikan rasa kasih sayang untuk orang2 tercintanya.

Sebenci-bencinya seorang wanita sudah pasti masih tersimpan rasa sayang di baliknya. Walaupun terkadang belum mampu diungkapkan dengan kata2. Karena emosi mungkin tengah menguasai dirinya.

Semarah-marahnya seorang wanita sudah pasti akan reda juga pada akhirnya. Kadang seorang wanita mencari pelampiasan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Walau kebanyakan ada rasa penyesalan setelahnya.

Seorang wanita diteguhkan hatinya untuk tetap bertahan disaat yang lain mulai menyerah. Ia laksana batu karang yang tak mudah roboh oleh kerasnya hempasan ombak yang datang menguji kekuatannya.

:: Untukmu Kaum Adam :

Hargailah wanita. Jangan suka mengungkit-ungkit kesalahannya jika dia sudah meminta maaf serta menyadari kekhilafannya. Karena jika tidak maka akan kembali membangkitkan emosi yang telah reda sebelumnya.

:: Untukmu Kaum Hawa :

Belajarlah untuk setia dan berbakti kepada satu lelaki. Yaitu hanya untuk pasangan halalmu saja. Walau diluar sana banyak lelaki menawarkan berjuta keindahan yang pada hakekatnya hanyalah kebahagiaan semu.

Bujuklah hati agar menyadari bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika dirimu mampu menaklukkan rasa dalam egomu untuk meraih kebaikan dan kebahagiaan bersama.

#Wahai Ukhti, Jilbab(hijab) itu Membuatmu Istimewa..#

Seorang lelaki non muslim bertanya kepada lelaki muslim.

Lelaki non muslim: “Mengapa wanita dalam agama-mu di haruskan menutup aurat ?”
Lelaki muslim menjawab sambil tersenyum dan mengeluarkan 2 buah permen dari dalam sakunya, lalu salah satu dari permen tersebut di buka bungkusnya yang kemudian di lemparkan kedua permen itu ke atas lantai.
Lalu lelaki muslim bertanya kepada lelaki non muslim:
“Di antara kedua permen itu, mana yang akan kamu pilih ?”
Lelaki non muslim menjawab:
“Sudah tentu yang masih dalam bungkusan”
Lelaki muslim berkata:
“Begitulah kami melihat dan menghormati kaum wanita agar lebih terpelihara dan istimewa”
--------------- -------------

Wahai Ukhti ...
Percayalah, kau akan terlihat lebih cantik dan terhormat dengan jilbab yang kau kenakan.
Hilangkan keraguan di hatimu, tak usah dengarkan apa kata orang.
Biarlah mereka menganggapmu sok alim-lah, sok sucilah, yang terpenting Allah ridho dengan pilihanmu.
Yakinkan diri, kuatkan tekadmu, kenakan kerudungmu dan pakailah pakaian yang syar’i seperti yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, dan berjilbablah karena Allah.

Hidayah itu mahal ukhti ...
karena tidak semua orang mendapatkannya.
Lihatlah di luar sana, masih banyak saudari-saudari kita yang dengan bangga mempertontonkan auratnya.
Dan banyak diantara mereka yang menjadi korban laki-laki yang tidak bertanggung jawab, akibat pakaian seksi yang mereka kenakan.
Tidakkah terselip malu di hatimu, ketika keindahan tubuhmu dinikmati oleh banyak orang ?
Seperti halnya ketika kau membeli barang di toko, bukankah kau lebih senang memilih barang yang masih terbungkus rapi, bukan barang yang telah di jamah oleh banyak orang sehingga tampak lebih kucel ?
Seperti itulah perbedaan wanita berjilbab dengan yang tidak berjilbab.

Wahai Ukhti ...
Tidakkah kau menyadari begitu sayangnya Allah kepadamu.
Allah mewajibkanmu berjilbab bukan tanpa alasan.
Itu karena engkau begitu istimewa.
Dengan menutup aurat, Allah ingin agar engkau lebih terjaga.
Tidakkah kau merasa risih ketika mata laki-laki memandangi tubuhmu, sehingga muncul nafsu di diri mereka ?
Banggamu hanya karna syetan !.
Tidakkah kau merasa bersalah terhadap suamimu kelak ketika kecantikan tubuhmu bisa dinikmati oleh semua orang ?

Wahai Ukhti ...
Sayangilah dirimu ...
Tutuplah auratmu dengan jilbab.
Biarlah cantikmu hanya untuk suamimu kelak.
Jadilah engkau muslimah yang “mahal” karena jilbab dan hijab yang engkau kenakan.
Sungguh tidak ada kerugian yang akan engkau dapat ketika engkau menutup auratmu.

Engkau akan lebih terjaga.
Engkau akan lebih terhormat.
Engkau akan terlihat istimewa.
Dan engkau akan semakin di sayangi Allah Ta'ala.

Wahai Ukhti ...
Coba dengarkan suara hatimu, karena terkadang dia jauh lebih jujur dan lebih paham tentangmu.
Memang hidup adalah sebuah pilihan, dan aku yakin kau pasti lebih tau yang terbaik untuk kehidupanmu.
Jangan sampai kau terlambat menyadarinya, karena kitapun tidak tahu kapan ajal akan menjemput kita.
Hilangkan keragu-raguan di dirimu, mantapkan hati untuk ber “hijrah”, mencari keridha'annya.
Jangan hanya menunggu hidayah tapi jemputlah hidayah itu, dan engkau akan menyadari bahwa dirimu begitu istimewa.

Wahai Ukhti ...
Jangan kau biarkan satu dosa itu mengalir tiap hari.
Jangan kau biarkan kain kafan yang pertama menjilbabkanmu nanti...
--------------- --------by....I N...
10 JENIS SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T
Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."
Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."
Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."


Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Belatuk di atas dahan
Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon
Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba
kisah nyata"HIKMAH MEMAKAI JILBAB" 

Kisah nyata ini dari kawan saya. Kisah nyata ini semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa

Ini cerita tentang adikku Nur Annisa , gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: "Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan", bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: "Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah ".

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo) (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku: "Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ? "..hus aku jawab sambil lalu" kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya".

Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib.. yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan...kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang
biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi....bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku..

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: "Dhi,adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya "..Tak dapat kutahan air mata ini...

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar...hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :

Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ):

Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.

Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.

Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.

Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.

Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.

Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.

Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah SWT. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.

Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah SWT menerima Adikku disisiNya.

From : koes (****@esco.gaya.web.id)
SEMOGA INI BAIK, INSYA ALLAH " ....

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Dikisahkan, ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya.

Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulangin ya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.

Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, insya Allah.”

Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya . Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, insya Allah.”

Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut.

Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya , sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya.

Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”

oOo
SANG BUNGA SURGA
Kisah Ketegaran Sang Bunga Surga Masyithah. Mesir ribuan abad silam menjadi saksi sejarah kehidupan seorang wanita yang hatinya dipenuhi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Saat itu, Negeri Piramida dikuasai Firaun yang bengis. Ia memaksa seluruh rakyat Mesir menyembahnya.
Allah SWT lalu mengutus Nabi Musa untuk menyelamatkan Bani Israil dari kekejaman sang raja. Namun Firaun teramat sangat kejam hingga mereka yang beriman begitu takut untuk memperlihatkan keimanan mereka kepada Allah Ta’ala. Salah satu yang menyembunyikan keimanan tersebut yakni seorang wanita bernama Masyithah beserta keluarganya.
Masyithah merupakan salah satu pelayan istana Firaun. Ia bertugas sebagai sebagai tukang sisir putri Firaun. Sejak bertahun-tahun silam, keluarga Masyithah telah setia melayani istana. Ketika agama Ibrahim disampaikan Musa di tanah Mesir, mereka mengimaninya. Namun tak ada yang tahu keimanan Masyithah, termasuk sang majikan.
Pesan Sponsor

Hingga suatu hari, tibalah saat Allah menguji keimanan Masyithah dan keluarganya. Saat itu Masyithah tengah menyisir rambut putri Firaun. Tiba-tiba sisir ditangannya jatuh, dan tanpa sadar asma Allah keluar dari lisan Masyithah.
“Allah!” seru Masyithah spontan. Mendengarnya, putri Firaun sontak kaget. Ia pun segera menginterogasi Mayithah, “Siapakah Allah itu?” Jika Allah itu Tuhan, maka berarti Masyithah siap dihukum mati karena telah menentang Firaun.
Masyithah tak juga menjawab pertanyaan sang putri. Keringat dingin menderas tubuhnya, ketakutan menderu hatinya. “Siapa Allah itu? Mengapa kau tak menjawab! Apakah kau punya Tuhan selain ayahku?!” seru sang putri.
Masyithah terus bungkam, namun sang putri terus mendesaknya. Hingga keberanian pun datang dari diri Masyithah. Ia tahu betul, inilah saatnya keimanan hendak diuji Allah. “Allah adalah Tuhanku, Tuhan ayahmu, dan Tuhan seluruh alam,” jawab Mayithah tegas.
Mendengarnya, sang putri pun segera beranjak dari tempat duduknya menuju kediaman sang ayah. Ia segera melaporkan apa yang baru saja didengarnya dari lisan Masyithah kepada sang penguasa Mesir yang kejam.
Sementara Masyithah mengabarkan kepada keluarganya untuk bersiap diri mendapat hukuman Firaun. Bersiap diri untuk tegar diatas keimanan kepada Allah.
Firaun marah bukan kepalang ketika mendengar kabar dari sang putri. Ia pun segera memanggil Masyithah ke hadapannya. Tanpa keraguan, Masyithah pun pergi memenuhi panggilan raja.
“Apa kau menyembah sesuatu selain aku?” tanya Firaun dengan suara menggelegar. Seluruh istana dibuat takut dengan amarahnya.
Masyithah pun menjawab, “Ya, saya menyembah Allah. Allah Tuhanku, Tuhanmu dan Tuhan segala sesuatu,” kata Masyithah.
Firaun pun menyuruh pengawalnya untuk mengikat Masyithah kemudian menaruh seekor ular besar di hadapannya. Namun Masyithah tak merasa takut sedikitpun .
Bertambah terbakarlah emosi Firaun. Ia pun segera memanggil tangan kanannya, Hamman untuk mengeksekusi mati keluarga Masyithah.
Hamman kemudian segera mengumpulkan beberapa pengawal untuk menangkap Masyithah dan keluarganya. Ia pun kemudian memerintahkan pengawal lain untuk membuat lubang besar untuk diisi air panas layaknya kawah bara dari gunung api. Ia bermaksud merebus hingga mati Masyithah dan keluarganya.
Tibalah hari eksekusi. Rakyat dikumpulkan untuk menyaksikan hukuman ala Firaun. Masyithah, bersama sang suami dan empat orang anak termasuk satu bayi yang digendongnya siap menghadapi hukuman keji tersebut.
Mereka melihat kubangan besar berisi air mendidih yang siap melepuhkan tubuh mereka. Namun hati mereka tak gentar dengan siksaan dari seorang manusia. Mereka memilih beriman kepada Allah, Tuhan seluruh manusia.
Sebelum dilempar ke air mendidih, mereka ditanya oleh Hamman apakah masih akan terus mengimani Allah dan enggan menuhankan Firaun? Mereka menjawab, “Allah adalah Tuhanku, Tuhan Firaun dan Tuhan seluruh alam. Kami akan terus beriman kepada Allah sekalipun harus terjun ke kawah mendidih.”
Maka bulatlah keputusan Hamman untuk memasak mereka hidup-hidup dalam kubangan air yang mendidih. Suami Masyitah pertama kali yang mendapat giliran. Tubuhnya langsung dilalap air yang mendidih, tinggal seonggok daging gosong tak bernyawa.
Melihat eksekusi keji tersebut, Hamman terbahak-bahak dan terus menghina orang-orang yang beriman kepada Allah.
Masyithah terus di atas ketegarannya mengimani Allah. Setelah sang suami, giliran anak-anaknya. Satu per satu, mereka dipaksa masuk ke air mendidih yang apinya menjilat-jilat. Semuanya dilakukan dihadapan Masyithah.
Hingga tinggallah tersisa Masyithah dan seorang anaknya yang masih bayi. Ia menggendong bayi itu erat-erat. Hatinya masih di atas ketegaran agama Allah. Maka diseretlah ia dan bayinya mendekati air yang teramat sangat panas itu.
Ketika hampir memasuki kubangan air, tiba-tiba setan membisikkan keraguan di dalam hatinya. Keraguan dengan merasa sedih dan kasihan pada sang bayi yang belum sempat tumbuh dewasa melihat dunia, bayi yang baru lahir tanpa dosa.
Masyithah pun menghentikan langkahnya menuju ajal. Ia terus saja memandangi bayinya yang merah dengan perasaan sedih yang mendalam. Melihatnya, Hamman sempat berpikir Masyithah akan mencabut kata-katanya dan akan kembali menuhankan Firaun. Ia pun girang karena merasa ancamannya pada Masyithah berhasil.
Namun pikiran Hamman salah. Masyithah tak pernah sedikitpun melepaskan keimanannya pada Allah.
Lalu dengan kehendak Allah, sang bayi tiba-tiba berkata kepada ibunya, “Wahai ibu, jangan takut, sesungguhnya Surga menanti kita,” ujar bayi yang digendongnya.
Mendengarnya, kembalilah ketegaran dan keberanian Masyithah. Ia pun mencium anaknya. Kemudian masuklah keduanya ke dalam air yang mendidih. Masyithah dan keluarganya mengakhiri hidup mereka dengan berpegang teguh pada akidah.

YA ALLAH,, KAMI BERTERIMA KASIH KEPADAMU ENGKAU LAHIRKAN DALAM KEADAAN MUSLIM/MUSLIMAH KARENA KAMI TAK TAHU SEANDAINYA DILAHIRKAN LAIN,,APAKAH SUDI HIDAYAHMU MENGHAMPIRI HATI DAN DIRI HINA INI,,,

YA ALLAH,, KAMI BERSYUKUR SAMPAI DEIK INI KAMI MASIH MENGHIRUP NAFAS KEISLAMAN KAMI MENJADI MSLIM YG SEMOGA SELALU DALAM KERIDLOANMU,,

YA ALLAH ,,KAMI MEMOHON DENGAN BERHARAP KEHENDAKMU PULA SEKIRANYA NAFAS INI SUDAH TAK BERHEMBUS DAN SEANDAINYA NYAWA KAMI SUDAH MENINGGAL KAN JASAD HINA ,,WAFATKANLAH KAMI DENGAN HUSNUL KHOTIMAH WA TAWAFFANY MINAL MUSLIMIIN WAL MUSLIMAT,,AMIIN
PERCAKAPAN NABI MUSA A.S DENGAN TUHAN
Musa A.S: Oh Tuhan, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami pakai untuk berzikir dan berdo'a kepada Engkau.
Tuhan: Ucapkan, Laa Ilaaha Illlallaah ha Musa.
Musa A.S: Oh Tuhan, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu.
Tuhan: Hai Musa, andaikan langit yang tujuh berserta seluruh penghuninya selain Aku, dan bumi yang tujuh ditimbang dengan Laa Ilaaha Illallaah, nescaya masih berat Laa Ilaaha Illallaah.
Kata Hikmah :
1. Kisah ini diambil dari hadis Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim dari Abi Sa'id Al-Khud riyyi r.a.
2. Nilai Laa Ilaaha Illallaah lebih hebat daripada langit, bumi dan seluruh penghuninya.
3. Langit itu berpenghuni.
4. Bumi itu tujuh lapis sebagaimana langit.
5. Seutama-utama zikir adalah Laa Ilaaha Illallaah.


##BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM##

Suatu ketika……..
Saat hatimu mulai lelah dengan keadaan yang ada...
Ingatlah saat ALLAH tak henti menemanimu..,
Bahwa Dia akan slalu bersama orang-orang yang Sabar...
Maka tetaplah tegar melangkah dalam kesabaran..
Seperti Maha Penyangnya Allah padamu..
Yang tiada lelah mengampuni hamba-Nya yang berbuat khilaf dan berdosa...

(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♥IN♥*¸.•'´¯)¸.•'´¯) ♥♥
♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ♥ 

❥ Tersenyum dalam bahagia adalah Nikmat..

❥ Tersenyum dalam kesedihan adalah Rahmat..

❥ Tersenyum dalam tangis dari rasa syukur akan Iman..

❥ Menangis belum tentu sedih..

❥ Menangis belum tentu sakit..

❥ Menangis belum tentu gundah..

❥ Dan sebaik-baik tangisan adalah menangis dari rasa bahagia karena Bersyukur atas sgala Karunia nikmat-NYA..

❥ Dan ternyata bersyukur itu lebih baik dari pada yg kita Syukuri karena tak jarang kita mendapat nikmat tapi lupa akan syukur kita pada Sang Pemberi Nikmat..

❥ Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang2 yang mau bersyukur..(◡‿◡ ✿)...»»IN««

♥ Aamiin Ya Rabbal'alamiin ♥


Sabar itu susah, tapi indah"

»»Jadikanlah sabar seperti sabarnya ulat yang menanti menjadi kepompong, dan kepompong pun harus bersabar untuk menjadi seekor kupu-kupu yang indah....
»»Jadikanlah sabar seperti sabarnya kaktus yang bertahan di padang pasir yang sebegitu panas,
untuk menanti mekarnya kuncup bunga sebagai penghiburnya...
»»Jadilah sabar seperti sabarnya bumi menanti hujan dari langityang belum tahu bila akan tiba,
untuk menumbuhkan biji-bijian dalam perutnya...
»»Sabar bukan berarti lemah, bukan pula berarti kalah.
Justru adalah benteng keselamatan dari keputusasaan..
Bertawakallah diatas segala ujianNya...

By...IN...

*Semoga bermanfaat*
KISAH NENEK YANG IKHLAS
Seorang nenek harus berjalan jauh ke pasar di kota untuk menjual bunga cempaka. Itulah kerja
hariannya.
Selepas berjualan, beliau singgah dahulu ke masjid di kota untuk bersolat zuhur.
Selepas berdoa dan berwirid sekadarnya, nenek itu akan terlebih dahulu membersihkan dedaunan yang
berserakan di halaman masjid. Ini dilakukannya setiap hari di bawah terik matahari. Setelah semua
dedaunan itu dibersihkan barulah beliau pulang ke desanya. Jemaah dan pengelola masjid kasihan melihat
rutinitas nenek yang demikian.
Suatu hari, pengurus masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan yang
berserakan di halaman masjid sebelum nenek itu datang. Fikirnya, usaha itu akan membantu
nenek tadi agar tidak perlu bersusah payah membersihkan halaman masjid itu.
Rupanya, niat baik itu telah membuat nenek tersebut menangis sedih.
Dia memohon supaya dia terus diberi kesempatan membersihkan halaman masjid seperti biasa.
Akhirnya, pihak masjid terpaksa membiarkan situasi berjalan seperti biasa supaya nenek
itu tidak bersedih lagi.
Satu ketika saat ditanya oleh seorang kiyai mengapa nenek tersebut melakukan hal itu,
nenek tersebut menjawab:
“Saya ini perempuan bodoh, kiai. Saya tahu amal-amal saya yang kecil ini mungkin
juga tidak benar dijalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari kiamat tanpa syafaat
Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam.
“Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu sholawat kepada
Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam. Kelak jika saya mati, saya ingin Rasulullah
menjemput saya.


Biarlah semua dedaunan ini bersaksi bahwa saya telah membacakan selawat kepadanya.”
7
Allah SWT berfirman :
>@ِBْ D ا َ FHُ @ِّJ وَ َ Lِ Mْ@َN ا َ F@ُّO ا َ FPُQَ R Sَ TUِ V اَّ WXَ T أَُّ WT َ >ِّ ZِPَّV ا [@َN نَ َ F@ُّ]َ T ُ Lُ ^َ َ `ِW@َQ وَ َ Lَ @َّV امإِنَّ ا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang
yang beriman bershalawat salamlah kepadanya. (QS Al-Ahzab 33: 56)
Rasulullah SAW bersabda :
“Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada
ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam
an-Nawawi, dan sanadnya shahih).
❥ Ketika kita mendapatkan musibah, kesusahan, ketakutan, kegagalan juga ketidaknyamanan­, begitu mudahnya kita berputus asa, berkeluh kesah bahkan menangis tersedu-sedu..

❥ Namun ketika kita mendapatkan kebahagiaan, kenikmatan, keberhasilan dan sesuatu yang menyenangkan, begitu sulitnya kita bersyukur, memuji-Nya apalagi menangis bahagia karena-NYA semata..

❥ Air mata akan manjadi kebaikan bagi kita sekiranya dijadikan ia sebagai rasa syukurmu dan ketakutanmu pada ALLAH

❥ Cucuran air mata akan menjadi sesuatu yang tidak berguna bahkan mengundang murka-NYA, jika kita jadikan ia sebagai pelampiasan rasa kekecewaan, kekesalan dan ketakutan yang bukan karena-NYA semata..

❥ Menangislah karena takut kepada ALLAH Dan kucurkanlah air mata ketaqwaan



Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. (QS.Al-Qiyamah:­ 13)
Seorang mu’min itu tidak pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya (HR. Bukhari).
Seorang mukmin/­mukminah selalu berbicara baik, tidak menyakitkan perasasaan orang lain. Karena semua ucapan, tindakan, perbuatan, tulisan atau semua tingkah lakunya itu akan diperhitungkan di akhirat kelak.
Berbahagialah org yg selalu mencari aib dirinya dari sibuk mencari aib org lain (hadis sahih)
Sujud terakhir seorang pengantin

Kisah ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir, Arab Saudi.Video sang ustaz saat berceramah dan menceritakan kisah ini sempat diupload di Islamic Tube dan menjadi hit di Arab Saudi dan negara-negara Islam lainya. Banyak blogger juga merilis kisah ini dan banyak yang memberikan aspirasi kagum setelah membacanya.
Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bercerita tentang ketaqwaan seorang anak perempuan yang dalam kondisi apapun, dia tetap memilih melaksanakan shalat tepat waktu, meski dia harus menentang kemauan ibunya.
Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bertutur…
“…Setelah melaksanakan shalat Maghrib pengantin wanita ini berhias, dia menggunakan gaun pengantin putih yang indah, dia betul-betul telah mempersiapkan dirinya untuk pesta pernikahannya. Tiba-tiba dia mendengar azan Isya sudah menggema, dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata kepada ibunya, “Bu, aku mau berwudhu dan shalat Isya dulu.”
Ibunya sangat terkejut, “Apa kamu sudah gila? Tamu sudah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Ibunya menambahkan, “Aku ini ibumu, sekarang Ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, Ibu akan marah kepadamu!”
Lalu anaknya menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga aku shalat, ibu. Ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah!”
Lalu ibunya menimpali, ” Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang dirimu ketika kamu tampil nanti dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up? Kamu pasti tidak lagi terlihat cantik di mata mereka! Mereka akan mengolok-olok dirimu !”
Anak perempuannya itu berkata dengan tersenyum, “Apakah Ibu takut karena aku tidak terlihat cantik di mata makhluk (manusia)? Bagaimana dengan Penciptaku (Allah)? Yang aku takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, aku tidak akan tampak cantik di mata Allah.”
Lalu, pengantin ini berwudhu, maka seluruh make-upnya terbasuh tanpa tersisa. Namun, dia tidak merasa bermasalah dengan apa yang dia lakukan.
Kemudian pengantin ini memulai shalatnya. Pada saat dia bersujud dalam shalatnya, ternyata itulah sujudnya yang terakhir.
Pengantin wanita ini telah meninggal dalam sujudnya dan itu adalah akhir yang indah. Wafat dengan keadaan bersujud di hadapan Pencipta-Nya.
Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang Muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya! Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.
Di kisahkan seorang ulama di Arab Saudi, Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad
Gurau dan Canda Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
"Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya.
"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.
"Ia tidak mampu", kata perempuan itu.
"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".
"Ia tidak mampu".
Para sahabat yang berada di situ berkata,
"bukankah unta itu juga anak unta?"
Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".
"Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan. "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.
Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga". "Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".
Perempuan itu lalu menangis.
Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,
Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".
Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.
AWAN MENGIKUTI ORANG YANG BERTAUBAT
Diriwayatkan bahwa seorang tukang jagal terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat gadis itu mendapatkan tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jagal lalu mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil menemukannya. Si tukang jagal lalu memanggil gadis itu dan mengajaknya menikmati kesempatan langka dan indah itu. Tetapi gadis itu menjawab, "Jangan lakukan. Meskipun sangat mencintaimu, aku sangat takut kepada Allah."
Mendengar jawaban itu, si tukang jagal merasa dunia berputar. Kerana menyesal dan sadar hatinya gemetar, tenggorokannya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, "Kau takut kepada Allah sedangkan aku tidak."
Dia pulang sambil bertaubat. Di jalan ia diserang haus dan nyaris mati. Ia kemudian bertemu seorang soleh. Mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka berdua sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahwa awan itu untuk orang yang soleh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si tukang jagal itu sampai dia tiba di rumahnya. Orang soleh tadi heran melihat kenyataan ini. Dia lalu mengikuti tukang jagal tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya juga di tempat itu. Maka laki-laki soleh itu berkata, "Janganlah heran terhadap apa yang kau lihat, kerana orang yang bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ."


 PERBANYAKLAH MENGINGAT ALLAH ✽

❥ Banyak manusia yang lebih sibuk memikirkan bagaimana caranya meraih kesuksesan dunia..

❥ Banyak manusia yang lebih sibuk memikirkan bagaimana caranya meraih kekayaan dunia..

❥ Banyak manusia yang lebih sibuk memikirkan kisah cintanya pada manusia..

❥ Dan banyak pula manusia yang lebih sibuk memikirkan bagaimana mendapatkan pendamping hidupnya ketimbang untuklebih mengingat TUHAN nya..

❥ Padahal jika seandainya banyak manusia lebih sibuk mengingat dan mendekatkan diri kepada TUHAN nya dibanding lebih sibuk memikirkan dunia dan isinya,..Maka ALLAH akan mempermudah untuk ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya..

❥ Semoga Bermanfaat.. .

✽¸.•♥•.¸✽¸•♥•IN •♥•.¸✽¸.•♥•.¸✽

Ya Allah,, dari sebait doa tulus dalam kehinaan diri di depan keMaha MuliaanMu,,,,ijinkanlah kami mengetuk hati-hati kami yg jauh dariMu, ridloi kami menyentuh hati-hati kami yang tak takut murkaMu,,

Ya Allah,,hidup ini begitu singkat, betapa dekat dengan kematian dan selalu dibayang-bayangi nerakaMu,,sedetik pun kami bisa salah jadi tolong jaga hati kami dengan ridloMu,,

ya Allah ,,Yang Maha Pengasih kasihilah kami dengan Maha KasihMu,,Yang Maha Penyayang sayangilah kami dengan Maha SayangMu,,,Ya Allah Ya Rahman Ya Rohim,,amin
=|[◦♥◦ ‘‘MENGUBAH YANG BIASA MENJADI LUAR BIASA’’ ◦♥◦]|=-

⇉ Dikecewakan itu BIASA, tapi membalasnya dengan kasih sayang itulah yang LUAR BIASA...

→ Memaafkan kesalahan itu BIASA, tapi berbuat baik pada yang bersalah itulah yang LUAR BIASA...

» Memberi itu BIASA, tapi memberikan sesuatu yang masih kita sayangi serta kita butuhkan itulah yang LUAR BIASA...

◦☞ Bersyukur itu BIASA, tapi bersyukur saat kita didera musibah itulah yang LUAR BIASA...

“Mari kita bentuk pribadi ini serta mengarahkannya pada sesuatu yang LUAR BIASA.”

•⊙ KEEP ISTIQOMAH ⊙•

◦♥◦ ‘‘ѕαĻαм ukhwah’’ ◦♥◦


♥ - Aurat tidak akan tertutup dengan sifat LEMAH LEMBUT,
♥ - Aurat tidak akan tertutup dengan PERANGAI BAIK..
♥ - Aurat tidak akan tertutup dengan KATA-KATA yang BAIK,
♥ - Aurat tidak akan tertutup dengan SOLAT..

♥ Tetapi akan tertutup dengan PAKAIAN yang SEMPURNA.♥

Renungan...

RAMAI YANG PAKAI KERUDUNG
TAPI TAK RAMAI YANG TUTUP AURAT DENGAN SEMPURNA...

TIDAK SULIT MENCARI ORANG YANG PAKAI KERUDUNG
TAPI SULIT JIKA HENDAK MENCARI ORANG YANG TUTUP AURAT DENGAN SEMPURNA...

keep istiqomah and tabassum...
`*•.¸♥ Jagalah Hati ♥¸.•*´¯) 

Assalamu'alaiku m Warahmatullahi Wabarakatuh 

Diantara ciptaan Alloh SWT yang ada dalam tubuh kita, ada yang namanya qolbu (hati). Dinamai qolbu karena secara bahasa ia bermakna bolak-balik. Dalam keseharian, kita bisa merasakan sendiri keadaan bolak balik ini. Di pagi hari kita merasa bahagia dan semangat beribadah, namun siang menjadi sedih, sore kecewa, dan malam terasa malas. Jadi penamaan kata qolbu (hati) ini bukanlah didasarkan pada bentuk atau wujud lahirnya namun berdasarkan pada esensinya.

Perubahan-perub ahan yang cenderung ke hal negatif biasanya karena hati sedang tidak khusyu, mengalami ujian hidup atau lupa tentang tujuan hidup. Sehingga yang paling dominan dalam menjaga atau mengobati hati bukanlah orang lain tetapi diri kita sendiri. Kalau hati diibaratkan sebagai tanaman, maka ia harus sering disiram dan dipupuk. Dan kalau hati diibaratkan sebagai aki, maka ia harus sering di-charge. Nabi saw mewariskan suatu do’a terkait dengan usaha menjaga hati yaitu, “Allohumma inni a’udubika min qolbin la yahsa..” yang artinya, “Ya Tuhanku, aku memohon dipelihara dari hati yang tidak khusyu“.

Gerakan tubuh kita misalnya berbicara, menggerakkan tangan, berjalan, berdikir, dan lain-lain pada dasarnya digerakkan oleh hati. Rosululloh berkata, “Kalau hati beres, maka organ tubuh yang lain akan merefleksikan gerakan yang baik. Namun sebaliknya jika hati tidak beres, maka seluruh tubuh akan tidak baik”.

Maka sering-seringla h kita menjaga hati tetap khusyu, agar output yang dihasilkan oleh tubuh kita pun hasilnya baik. Kita bisa tersenyum dengan tulus dan ikhlas kepada orang lain, bertutur kata santun, tidak menyakitkan serta terhindar dari tindakan negatif misalnya berpikir negatif, iri, menyalahkan orang lain, kebencian, marah, permusuhan, rival, dan lain-lain.

Dalam sebuah hadits, nabi berkata, “Ilmu pertama yang akan diangkat dari bumi adalah ilmu khusyu hati”, Sehingga sering-seringla h berdoa agar kita mendapatkan Qolbun Salim, hati yang yang bersih dengan iman, taqwa, syukur dan sabar sebagaimana tercantum dalam QS Al-Imran 8, “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan, sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkaulah maha pemberi”

Semoga bermanfaat.
-----------------------------
Sumber: Mutiara hikmah


Kadang Musuh Ada Manfaatnya

Dari org yg tidak suka
Dari org yg membenci kita
Dari org yg memusuhi kita

Dari perkataan mereka
Tahu aib kita
Tahu kekurangan diri kita
Tahu akan kesalahan kita

Kadang terjadi klise dan permusuhan bisa salah dari diri kita sendiri atau bisa juga dari org yg memusuhi kita itu

Inilah indah kehidupan bila menilainya dgn ILMU agama .. Is True or False ??? Yours answer !!
Ternyata penemuan pola sidik jari manusia berasal dari Alquran

Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas dan berbeda satu sama lain. Itulah sebabnya, sidik jadi menjadi tanda pengenal manusia untuk membedakan seseorang dengan orang lainnya.

Menurut Harun Yahya, sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini. Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus.

Apa pasal? Menurut Harun Yahya, hal itu disebabkan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan di seluruh penjuru dunia. Keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19 M.

Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Alquran, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Pada abad ke-7 M, Alquran telah menyebutkan bahwa sidik jari menjadi tanda pengenal manusia. Dalam Alquran disebutkan mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan dalam sebuah ayat.

Simaklah surah Al-Qiyamah ayat 3-4:
"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4).

Sungguh Alquran adalah firman Allah yang Maha Benar.

Redaktur: Heri Ruslan
10 PESANAN ALLAH S.W.T KEPADA NABI MUSA A.S.
Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab : 
• Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahawa aku telah memutuskan bahawa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin. 
• Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.
• Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.
• Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.
• Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.
• Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
• Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.
• Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.
• Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.
• Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku."
AYAH
Di Sabtu pagi, aku bangun pagi-pagi tak seperti biasanya. Bergegas mensetrika baju seragam yang masih kusut, menyiapkan buku pelajaran yang akan dibawa hari ini dan menyemir lagi sepatu hitamku Ahihi.
Setelah itu aku mandi dan menuju meja makan, aku memakan 2 tumpuk roti tawar yang mama siapkan untuk ku.
“Ma, Alya mau berangkat dulu ya. Assallamuallaikum.” pamit ku pada mama sambil mencium tangan lembut mama.
“Waallaikumsalam, nanti kalo udah pulang, langsung ke rumah ya, jangan main dulu.” Kata mama.
Hari ini ayah ada dirumah, jadi aku meminta ayah untuk mengantarkanku pergi kesekolah. Aku berlari keluar rumah menghampiri ayah yang kelihatannya sedang asik membaca koran sambil menyeruput kopi paginya.
“Ayah… Ayo anterin Alya sekolah. Udah siang nih.” kataku sambil menggoyang2kan tangan ayah.
Lalu ayah memencet tombol hp yang ada dimeja. “Baru jam 6.” Katanya.
“Udah siang ayah. Ayo sih, kan jauh sekolah Alya.” Kataku sambil bersikap manja.
“Iya, iya, entar ayah panasin motor dulu.”kata ayah bangun dari duduknya. Dan masuk kedalam rumah mengambil kunci motor.
“huh, lama ih.” batinku.
aku duduk di teras depan rumah, sambil menunggu ayah.
“Ayo ya, cepet, katanya udah siang.” kata ayah yang sudah siap.
Aku menaiki motor dan berangkat sekolah. Setelah sampai sekolah hal yang sama aku lakukan mencium tangan ayah.
aku berjalan menuju kelas bersama teman-temanku.
“Itu ayah kamu ya?” tanya seorang temanku.
“He,em.” jawabku.
“Kok gendut sih?” katanya sambil diiringi tawaan teman-teman yang lain. Namun aku hanya membalas dengan senyuman kecil.
Pulang sekolah aku pasang muka cemberut.
“Loh Alya, kenapa kok manyun?.” tanya mama.
“Alya sebel sama temen-temen Alya. Tadi Alya diledekin gara-gara ayah gendut ma.”kataku.
“loh terus kenapa? Alya malu punya ayah gendut?.” sambung ayah sembari mendekatiku.
“E.. e.. Iya yah.”
“Ya udah ntar ayah kempesin perut ayah ya.” kata ayah sembari bercanda.
“ih ayah.” kataku sambil tertawa.
(singkat cerita)
Setahun kemudian ayah jatuh sakit. Dokter memfonis ayah terkena kanker. kami sekeluarga khawatir. Sudah 3 hari ayah tidak nafsu makan. Badannya menjadi kurus, tak seperti dulu lagi. Aku mencoba menghubungi Ka Fatir yang sedang kuliah diBandung.
“Halo, Alya ada apa? tumben telefon kaka.”
“Ka, ayah sakit, udah 3 hari ayah ga nafsu makan.” kataku gugup. Sebenarnya aku ragu-ragu menceritakan soal ini kepada ka Fatir, aku takut hal ini akan mengganggu kuliahnya ditambah beberapa bulan lagi ka Fatir akan diwisuda.
“Sakit apa Ayah ya? udah kedokter? Kak Fatir pulang yah?.”
“Ga usah ka, kaka cukup bantu doa ayah aja ya ka, supaya ayah bisa sembuh.”
“Ya udah, Salam buat mama dan ayah ya,.”
“Iya ka.”
Aku menutup telefon. Dan pergi ke kamar ayah.
“Ayah udah makan belum?.” Tanyaku dengan mata berkaca-kaca.
“Udah sayang.” Kata ayah dengan nada lemas.
“Ayah makan yang banyak yah. Biar ayah ga kurus begini.”
“Bukannya ini yang kamu mau ya, Ayah sekarang udah gak gendut lagi.” Kata Ayah tersenyum kepadaku.
Air mataku mulai menetes. Tapi ayah masih tersenyum.
“Ayah maafin Alya ya,”
“Kamu ndak pernah salah ya, jadi minta maaf buat apa,” kata ayah.
3 bulan sudah ayah sakit. Ayah hanya bisa berbaring ditempat tidur. Pernah kami ingin membawanya kerumah sakit tapi Ayah selalu berkata “Gak usah ma, percuma, kalo udah takdir tuhan ya udah lah, ayah ikhlas, kalo kerumah sakit ayah belum tentu sembuh juga kan, buang.buang uang saja.”
Lalu ka Fatir menghubungiku.
“Alya, gmana kabar ayah?.”
Aku bingung harus menjawab apa, mama bilang kalo ka Fatir nanya bilang aja ayah seperti biasanya, tapi aku mengatakan yang sebenarnya .
Aku menceritakan semuanya pada Ka Fatir, namun aku selalu melarang ka Fatir pulang sebelum wisuda.
Penyakit Ayah bertambah parah, sampai mata sebelah kanan Ayah tidak bisa melihat lagi, Tubuh gemuknya dulu menjadi kurus kerontang . Jangankan untuk makan, membuka mulutnya saja susah. Wajahnya pucat pasi, namun masih dihiasi senyuman, aku tak lagi mampu menatap wajahnya. sesak dada ini, ingin aku ikut meringankan bebannya. teringat dulu akan kesalahan-kesalahan yang pernah aku lakukan kepadanya.
Kali ini akhirnya ayah bersedia dirawat dirumah sakit.
Besok adalah hari ka Fatir diwisuda. Hanya Aku dan mama yang menghadiri acara tersebut, karena Ayah masih dirumah sakit.
Diujung sana Aku melihat Ka Fatir mengenakan toga. Tak tampak kebahagiaan sedikitpun yg terlihat diwajahnya, mungkin karena ayah tak hadir saat itu. Dia iri kepada teman-temannya yg didampingi kedua orangtua, bersuka cita, mendapat pelukcium papamamanya.
“Ka, kaka iri ya?” Kataku.
Namun ka Fatir hanya membalas dengan senyuman kecutnya.
Setelah selesai diwisuda kami pergi menuju rumah sakit dimana ayah dirawat. Ka Fatir tak sabar menemui ayah, sesampainya di kamar ayah Ka Fatir memeluk ayah yg sedang tertidur, air mata tak dapat terbendung lagi, kami pun ikut menangis.
“Ayah, maafin Fatir, Fatir punya banyak salah sama Ayah. Yah maafin Fatir.”
Ayah terbangun. Lagi-lagi Ayah membalas dengan senyuman.
“Iya Fatir, maaf ya, ayah ga bisa hadir saat kamu wisuda.” kata ayah lirih.
“Iya ayah, ga papa, ayah cepat sembuh yah. Fatir kangen ayah yang dulu, ayah yang kuat, Fatir pengen bercanda bareng ayah lagi.”
“Iya Fatir.”
1 minggu ayah dirawat dirumah sakit, ayah sudah tidak betah, tidak ada perubahan pada ayah, malah kakinya menjadi lumpuh. akhirnya dokter mengizinkan ayah untuk pulang, menggunakan kursi roda.
Sore ini aku masuk kekamar ayah, aku duduk disampingnya membawa selembar kertas.
“Ayah, boleh Alya bacakan puisi buat ayah? ini karangan Alya sendiri loh,” kataku.
Ayah mengangguk-angguk sambil tersenyum, aku mulai membacakan 2 bait puisi karanganku
“AYAH kasih sayangmu slalu tertumpah padaku.
Segala keinginanku pasti kau turuti.
Atau tidak kau bilang “Nanti kalau ayah punya uang pasti ayah belikan buat kamu.”
Ayah engkau sang pelangi yang mewarnai hidup kami.
Kau banting tulang demi keluarga
Tanpa pernah mengenal kata lelah
Takkan lagi ku buat kau kecewa.
Karena aku sayang ayah :*
Kali ini ayah meneteskan air matanya. Aku juga menangis.
Suatu hari ayah memanggil aku, Ka Fatir dan mama kekamarnya, dia mengajak kami pergi kesebuah mall, tapi kami heran.
“Buat apa ayah? Ayah lagi sakit.” Kata mama.
“Ayah pengen ngebahagiain kalian sebelum ayah ga ada.” kata Ayah.
“Ayah ga boleh ngomong begitu.” kataku sambil menangis.
“Ayo mah kita berangkat.” kata ayah memaksa .
Aku tak tega melihatnya, aku keluar kamar lalu kupeluk tubuh ka Fatir erat-erat. ka Fatir mengelus-elus kepalaku. Sambil menenangkanku “udah dek. udah.” aku masih menangis “aku ga mau kehilangan ayah ka.”
“kaka juga sama.”
Dan akhirnya Ayah memanggil kami lagi Ayah bilang “Fatir jagain mama sama Iya ya, kamu gantiin Ayah, Iya jangan nakal ya, mama jagain anak-anak ya, Ayah mau pergi, jangan tangisin ayah lagi, ayah kan ga pernah nangis buat kalian. senyum yah, ayah mau istirahat dengan tenang.” kata terakhir yah sambil mengucap 2 kalimat syahadat, dan akhirnya beliau benar-benar pergi jauh dari kehidupan kami. Saat itu kami benar-benar kehilangan sosok yang selalu menjadi penyemangat kami. Ayah, semoga kau dapat tempat terindah disisi Nya Aamiin.
PENULIS
Widya Suci Ramadhani
RENUNGAN BERSAMA MOHON DIBACA

Ustadz Chos'i adalah seorang pengajar di sebuah pesantren, beliau sangat peduli dengan kebersihan sampai-sampai sampah dalam wc pun beliau ambil kalau tiba waktunya bergerak membersihkan lingkungan. sampai di sini.
Cerita singkat di atas hanya sekedar saja cuman apa hikmahnya kalau membuang sampah dari tempat yang baik dan bersih mungkin semua orang bisa malah biasa tak perlu ustadz/ustadzah tapi kalau membuang sampah di tempat yg kotor seperti cerita di atas apakah semua orang mau? belum tentu kenapa ? karena jijik, kotor, kuman dll Begitulah yang terjadi betapa banyak ustadz/ustadzah yang hanya sibuk dengan komunitasnya dan golongannya, begitu banyak kiayi yang sibuk dengan para santri dan pesantrennya. Kadang ustadz/ustadzah dan kiayi melebihi selebrity popularitasnya tapi apa bukti nyatanya? tak perlu di jawab. Bukankah mendakwahi kebaikan orang yang baik atau dasarnya sudah baik itu lebih gampang daripada mendakwahi orang-orang jauh dari kebaikan, terus kenapa Rasulullah SAW sampai dilempari kotoran, diludah, dihina dicaci maki, diperangi bahkan sampai berdarah-darah jawabannya jelas yang berbuat bukan orang baik dan bukan komunitas dalam kebaikan. pertanyaannya siapa yang mau peduli dengan orang-orang di luar sana yang jauh dari kebaikan ? lantas apakah dibiarkan ? atau tak perlu karena bukan teman atau bukan golongan bukankah Islam rahmatan lilalamin, bukankah ta'muruna bilma'ruf wa tanhauna anilmunkar. Apakah bisa mencegah kemunkaran kalau hanya selalu dilingkungan yg penuh kebaikan ataukah tak perlu bergaul karena jauh dari kebaikan? bukankah baik itu terlihat di antara yang buruk? terus baik dengan yang baik pastilah lebih baik sedangkan yang buruk dengan yang buruk tentu lebih buruk, apakah siburuk ini di buang?
Apa jadinya Rasulullah SAW kalau memilih-milih teman, apa nantinya kalau Rasulullah SAW memilih-milih sahabat, tentunya tidak akan pernah ada Umar Alfaruq ra sibejat yg taubat terus mendapat pangkat dan derajat yg tinggi, takkan ada Bilal bin Rabah budak hitam yang suara terompahnya terdengar oleh Rasulullah SAW di surga dan mungkin Islam tak sepopuler saat ini..?
Kita berdakwah bukan tunggu jadi malaikat atau tunggu sempurna baru berdakwah karena ''balighu anniy walaw ayah'' Sampaikanlah dariku (rasulullah SAW) walau hanya satu ayat,,,.
Kalau seorang ustadz mengajarkan kebaikan itu biasa karena memang tugas dan kewajibannya malah berdosa kalau tidak berbuat apa-apa tapi kalau orang biasa yang mengajak ke kebaikan itu luar biasa . Rasulullah SAW adalah adalah seorang yatim piatu artinya bukan orang berada dan tidak bisa membaca artinya tidak ada pendidikan formal tapi Rasulullah SAW adalah seorang imam para nabi dan rasul, imam masjid, imam di masyrakat, imam di medan perang, imam di baitulmal, imam di rumah tangga, imam di dunia dll maka pantaslah Rasulullah SAW dimasukkan tokoh no 1 dunia dan semoga salawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah SAW.