Tuesday, March 11, 2014

SYAHADAT

SYAHADAT

Assalamu alaikum wr. wb

 Sebelumnya terima kasih kepada YTH bang Mrsyahrudin yg sudah mau meluangkan waktu untuk mempostingkan artikel keilmuan dari saya semoga selalu diberi kelimpahan rezeki dan kesehatan dari Allah SWT, Aamiin dan semua sesepuh juga pencinta blog IKS, semoga blog ini semakin tambah jaya.
Kali ini saya ingin berbagi artikel yg sangat umum yaitu tentang syahadat yg saya pikir semua warga blog ini sudah faham bahkan jauh lebih luas daripada saya pengetahuannya. Tapi walaupun begitu tidak ada salahnya juga saya berbagi khusus yg belum tahu saja dan mau mengamalkan anggap saja sebagai selingan mungkin setelah mengamalkan hizib, mantera, wirid dll, tidak jarang sampai dower mewiridkan suatu keilmuan yg jumlah wiridnya ratusan, ribuan bahkan bisa lebih dari itu karena ingin sakti, kaya, kebal dll. Tapi pernahkah kita sejenak saja tafakur menilik apa arti syahadat dalam hidup ini? Kenapa di dalam rukun Islam menjadi yg pertama? Kenapa juga orang tua dulu berpesan jangan amalkan ilmu yg tidak ada Kalimah Syahadat di dalamnya? Saya kira pembaca lebih tahu daripada saya jawabnya dan saya tidak membahas itu, saya hanya mengajak saudaraku semua khususnya diriku pribadi untuk sejenak saja mempelajari dan mengamalkan syahadat baik cara bacanya, maknanya, makhroj hurufnya dan aplikasi nyatanya dalam hidup, apalagi kita pencinta dunia mistik karena sebelum kita jauh melangkah terjun ke hal gaib yang kita harus kuatkan adalah aqidah tauhid agar tidak keluar jalur karena nipisnya celah antara keimanan dengan kesyirikan padahal Allah di dalam sebuah riwayat mengampuni semua dosa sebesar apapun kecuali dosa syrik dan riya adalah salah satu daripada dosa syrik walau termasuk syrik kecil.

Berikut ini setitik pengetahuan yg pernah saya tahu yg berhubungan dengan syahadat semoga ada manfaatnya. Dua kalimah syahadah itu adalah dengan melafazkan kata :
“ Asyhadu alla illaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadarrasullullah “
 Ucapan kalimah ini dalam dunia sufi dinamakan juga sebagai ucapan penyaksian di antara kita dengan diri. Ada beberapa cara yang bisa diamalkan yaitu:

1. Melafazkan kalimah

Melafazkan sesuai makhroj dan tajwid dengan mulut dan diresapi di dalam hati. Bacalah dengan terang mengikuti bacaan huruf dan baris masing-masing serta hendaklah dibaca secara panjang. Di dalam kitab Melayu Hakikat Insan cara mengucapkan kalimah syahadah ini agar menjadi sempurna harus dilafazkan terus habis tanpa diwakafkan, dibaca dalam satu nafas, sebab jika diwakafkan pada kalimah, maka pada hakekatnya kita telah mencoba untuk memisahkan diri rohani kita dengan diri kita yang jasmani. Sesungguhnya bahwa diri kita yang zahir ini tidak boleh dipisahkan dengan diri yang bathin.

2.  Dibaca dengan didengar oleh seluruh anggota tubuh

Jangan melafazkan kalimah tersebut hanya dibibir dan di lidah saja tapi hendaklah membacanya dengan ditanamkan di dalam dada yaitu ketika kita melafazkan kalimah tersebut maka serentak dengan itu pula hendaklah diikuti oleh semua panca indera juga segenap anggota tubuh kita. Jikalau kita bisa melafazkan dengan cara tsb di atas niscaya kita akan merasakan gemetar seluruh tubuh dengan satu rasa kenikmatan yg sulit diungkap kecuali oleh pengamalnya. Kalau belum bisa merasakan maka cobalah ulangi sampai bisa merasakan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang2 yang benar2 bersyahadat dan orang2 yg makrifat kepada Allah. Aamiin.

3. Menikmati Syahadat

"Man lam yazuq falam ya'rif" Artinya : Barang siapa yang tidak merasakannya maka dia tidak akan mengetahui.
Perasaan nikmat yang hanya dapat dinikmati oleh orang2 yang merasakannya.

4. Menjadi fana (kosong) atau mengilangkan (keakuan) diri kita.

Kita kosongkan diri kita/ menghilangkan diri dan kita hadirkan segala2nya kepada Allah
dengan cara kita bersesungguh2 untuk merasakan bahwa diri kita ini adalah tidak berdaya apa2, tidak mempunyai kekuatan apa2, tidak mempunyai kuasa...dll hanya Allah.
Bila saja kita telah fana dan yang nyata adalah hanya Allahu Ahad, segeralah ucapkan syahadah ini. Biasanya orang2 yg sudah makrifat kepada Allah atau seorang guru mursyid yg lebih mengerti jadi hendaklah tanyakan kepada orang2 yg sudah sampai ke tahap ini, karena saya masih jauh panggang daripada api, hanya dalam tahap sama2 belajar dan sekedar berbagi untuk sekedar jadi bahan untuk wawasan saja. Walaupun begitu alangkah indah dan bahagianya jikalau kita sendiri dapat merasakan dan menikmatinya. Bila itu berlaku maka berarti kita telah berjaya dan sukses menyaksikan diri kita dengan satu bentuk syahadat yang sesuai dengan hakikat dan makrifat.
 Oleh sebab itu, hendaknya kita saudaraku semuanya, bersyahadatlah kita kalau bisa sampai ke martabat orang2 yang mendapatkan rahmat Allah dan orang2 yg arifbillah, karena jika kita tidak dapat memperolehnya maka berarti syahadah kita takutnya akan menjadi syahadat tanda yang tidak mengandung makna/arti dan faedah apa2 dalam kehidupan ini.

Demikian yg bisa saya tulis dan tidak sedikit pun bermaksud menggurui, kalau ada salah kata kurang lebihnya mohon dibukakan pintu maafnya untuk saya dan juga dalam setiap sharing atau postingan keilmuan dariku. Wallahu a'lamu bisshowab. Terima kasih
wassalamu alaikum wr. wb By Baein/ Jusua.

No comments: